Sabtu, 29 Agustus 2015

Alat Gambar dan Penggunaanya

Alat-alat gambar yang dipergunakan dalam bidang gambar teknik sipil terdiri atas pensil gambar, pena gambar, kotak jangka, penggaris, penggaris T, sepasang segitiga, mistar ukur, mistar skala, busur derajat, penghapus, mal bentuk ( sablon) papan gambar, meja gambar, mesin gambar dan kertas gambar.
Mutu dari suatu gambar ditentukan dari sarana ( alat-alat gambar) yang baik dan sumber daya manusianya yang mampu menguasai teknik gambar dan menggunakan alat-alat gambar dengan tepat. Dibawah ini akan dijelaskan mengenai pemilihan dan penggunaan alat-alat gambar secara tepat.

a. Pensil Gambar

Ada tiga golongan kekerasan pensil, yang masing-masing dibagi lagi dalam tingkat kekerasan. Golongan tersebut adalah keras (H), sedang (F) dan Lunak (B). Golongan keras dari 9H sampai 4H, golongan sedang dari 3H sampai B dan golongan lunak dari 2B sampai dengan 7B. Sayang sekali derajat kekerasan pensil ini masih belum standard sepenuhnya, karena itu dianjurkan menggunakan satu merek pensil saja agar tepat derajat kekerasannya.
Untuk menarik garis yang panjang dengan tebal yang sama ( konstan) sebaiknya pensil dibuat pipih ( baji) Gambar 2.1a, jadi jangan runcing/konis seperti gambar 2.1.b. Untuk membuat pensil pipih dapat digunakan kertas amplas.
Sekarang sudah banyak dipakai pensil yang diisi kembali ( pensil mekanik). Isi dari pensil ini mempunyai tingkat kekerasan yang bermacam-macam demikian juga dengan ukuran diameter isinya dapat disesuaikan dengan ukuran tebal garis sehingga tidak perlu lagi penajaman. Ukuran-ukuran yang ada adalah 0,3; 0,5; 0,7 dan 0,9 mm dan kekerasannya dapat dipilih dari HB atau F, H, 2H dan 3H
Supaya hasil dari garis yang dibuat dengan pensil tersebut baik, maka pensil terhadap mistar harus mempunyai sudut 90 derajat, sedang kecondongan dari arah gerakannya bersudut antara 80-90 derajat Gambar 2.2.
clip_image002
Gambar 2.1 dan Gambar 2.

b. Pena Gambar

Pena tarik: Ujung pena yang terbelah itu dapat diatur, hingga orang mendapatkan lebar/tebal garis yang bermacam-macam. Kedudukan waktu menggaris tegak lurus keatas gambar. Tinta harus didisi secukupnya, bila terlalu banyak/ sedikit akan menghasilkan garis yang tidak merata tebalnya. Pengisian tinta pada ujungnya tidak boleh sampai menempel dibagian luar, sehingga tinta akan menempel pada mistar gambar yang akan menyebabkan turun ke kertas gambar. Bila sudah diisi tinta secukupnya , harus secepatknya digunakan, bila tidak digunakan untuk waktu lama akan mongering dan harus dibersihkan lagi
Rapido : pena ini mempunyai ujung ( mata pena) dengan macam-macam ukuran seperti pensil mekanis. Banyak keuntungan dari pena Rapido ini bila dibandingkan dengan pena tarik :
i. Tidak sering-sering mengisi tinta, sehingga dapat menghemat waktu
ii. Tidak berada dalam tabung sehingga tidak mudah tumpah, pada pena tarik tinta berada pada mulut pena dan berhubungan langsung dengan udara luar, sehingga cepat kering dan mudah tumpah
iii. Tebal tipisnya sangat akurat, sebab ada macam-macam pemilihan mata pena dengan ukuran tebal yang sudah tepat, tidak perlu menyetel/ memeriksa tebal lagi. Saat ini pena tarik sudah ditinggalkan
clip_image004
Gambar 2.4
Untuk mendapatkan hasil gambar tinta yang baik , kerjakan anjuran-anjuran di bawah ini :
1) Pertama-tama gambarlah semua lingkaran, busur lingkaran atau garis lengkung. Lebih mudah menyambung garis lurus pada garis lengkung daripada sebaliknya.
2) Semua garis lurus digambar berikutnya. Garis-garis tegak lurus digambar dari kiri ke kanan dan semua garis mendatar dari atas ke bawah gb 2.5. Dengan demikian garis-garis mempunyai cukup waktu untuk mongering dan kemungkinan " merusak " garis akan berkurang. Garis yang kering juga diperlukan untuk garis yang berpotongan. Jika tidak maka hasilnya seperti pada gb. 2.6.
clip_image006
Garis Horisontal Garis vertical Pertemuan
Gambar 2.5 Gambar 2.6

c. Jangka

Ada tiga macam jangka yang dipakai untuk menggambar
1) Jangka biasa dengan kaki lurus dengan jarum yang dapat dirubah-rubah sudutnya dengan sekrup dan kaki yang satunya dapat diperlengkapiny dengan tiga macam :
a) Sambungan kaki dengan pensil
b) Sambungan kaki dengan tinta ( disambung dengan rapido)
c) Sambungan kaki dengan jarum
Dengan alat penyambung ( memperpanjang kaki jangka) dapat dihasilkan lingkaran dengan jari-jari 250 mm. Jika diinginkan lingkaran dengan jari-jari yang lebih besar maka dipakai jangka batang. Gb. 2.9.
2) Jangka orlean, digunakan untuk menggambar lingkaran dengan jari-jari yang kecil seperti misalnya untuk pembulatan Gb. 2.10
3) Jangka pegas, kedua kakinya ditahan oleh pegas dibagian atas, untuk menyetel kaki-kakinya dipakai sekrup. Keuntungannya pada waktu digerakkan jari-jarinya tidak mudah berubah dan dapat digunakan untuk jari-jari yang kecil dan besar tergantung dari besarnya jangka tersebut dan dapat dipakai untuk pensil dan tinta.
Dalam menggunakan jangka harus diusahakan agar supaya kedua kakinya tegak lurus pada kertas gambar dan tahanlah dengan tekanan dan putaran yang konstan untuk dapat menghasilkan tebal garis yang sama.
Dewasa ini terdapat sablon lingkaran untuk menggunakan lingkaran-lingkaran kecil. Hal ini hanya untuk mempermudah dan mempercepat waktu gambar.
clip_image008

d. Penggaris/ mistar gambar

Penggaris T terdiri dari landasan ( kepala) dan daun, sehingga membentuk huruf T, disebut pula penggaris T. Biasa digunakan untuk membuat garis horizontal yang panjang dengan menekankan landasannya pada tepi kiri papan gambar dan menggesernya ke atas dan ke bawah. Jenis lain dari penggaris T adalah yang landasannya dua, satu landasan tetap dan yang lain dapat bergerak. Dengan mengatur sudut yang dikehendaki dari landasan yang dapat bergerak ini orang dapat membuat garis panjang yang tidak horizontal ( miring ). Untuk menarik garis dengan pensil/ tinta dipakai permukaan penggaris yang condong bukan yang tebal, lihat penampung dari penggaris Gb. 2.11
Ukuran dari penggaris T ini biasanya dibuat dari seluloid/mika yang tahan terhadap perubahan cuaca yaitu panas dan dingin, selain itu juga transparan ( tembus pandang ) Untuk memeriksa kelurusan dari penggaris ini diperlukan penggaris T yang sudah diperiksa kelurusannya, kemudian permukaan yang dipakai untuk menggaris dari kedua penggaris T itu dipertemukaan di atas papan gambar seperti Gb 2.11. bila berimpit betul-betul dan tidak ada yang renggang berarti T itu lurus.
clip_image010
Gambar 2.11 Penggaris T

e. Segitiga Siku-siku

Sepasang segitiga siku-siku terdiri dari siku-siku sama kaki dan sebuah segitiga siku-siku 30° dan 60°, dimana panjang sisi miring segitiga siku-siku sama kaki hampir sama panjang dengan siku-siku yang terpanjang dari segitiga yang kedua ( sudut 30° dan 60°) lihat gb 2.12a. Saat ini banyak dipakai segitiga siku-siku yang dibuat dari seluloid/mika yang tahan cuaca.
clip_image012

f. Busur Derajat

Busur derajat dibuat dari alumunium atau palstik, biasanya busur derajat ini mempunyai garis-garis pembagi dari 0° sampai dengan 180° gambar 2.15
clip_image014
Gambar 2.15

g. Mesin Gambar

Mesin gambar adalah sebuah alat yang dapat menggantikan alat-alat gambar lainnya seperti busur derajat, penggaris T, segitiga, mistar, mistar skala dsb. Keuntungannya dapat mempercepat penyelesaian gambar dibawah. Alat ini dapat digunakan untuk menarik garis-garis sejajar, garis tegak lurus dengan mudah. Penggaris yang dipasang pada alat ini bisa diganti-ganti sesuai dengan skala yang ingin dipakai 1:1; 1:2 ; 1:5; 1:10 dsb. Sepasang penggaris tegak lurus tersebut dapat digerakkan bebas disemua permukaan papan gambar

h. Kertas Gambar dan ukurannya

Sesuai dengan tujuan gambar, bermacam-macam kertas gambar dipakai, seperti misalnya kertas gambar putih, kertas kalkir dsb. Untuk gambar tata letak ( perencanaan awal) biasanya dipakai kertas gambar putih yang permukaannya tidak berbulu atau kasar dan menggunakan pinsil. Sedangkan untuk gambar kerja yang biasanya dibutuhkan lebih dari satu untuk diperbanyak biasanya menggunakan kertas kalkir
1) Ukuran Kertas A
Ukuran X( MM) Y(MM) B( garis tepi)
A0 841 1189 10 ( 20) MM
A1 594 841 10
A2 420 594 10
A3 297 420 10
A4 210 297 10
A5 148 210 10
2) Ukuran Kertas B
Ukuran kertas seri B0 adalah : luasnya = √ 2 m2 dan perbandingan panjang dan lebar = 1 : √ 2. Dengan cara penyelesaian yang sama seperti seri A0 maka didapat ukuran kertas seri B0: panjang x = 1414 mm dan lebar y = 1000 mm B1 : x = 1000 dan y = 707 mm; B2 : x = 707 mm dan y = 500 mm dst.

Tidak ada komentar: