Kamis, 17 September 2015

BAB I PELUANG – SMK KELAS XII


BAB I PELUANG – SMK KELAS XII
BAB I
PELUANG
1.      Pengertian Kaidah Pencacahan
            Jika suatu prosedur dapat dinyatakan dalam n1 cara yang berbeda dan dilanjutkan dengan prosedur kedua yang dinyatakan dengan n2 cara berbeda dan seterusnya, maka prosedur – prosedur tersebut dapat dinyatakan dalam hasil kali n1 x n2 x n3 x . . . x n
            Misalnya, ada 2 jalan yang dipilih dari purwokerto ke bandung. Adapun dari bandung ke jakarta ada 4 jalan yang dapat dipilih. Jika seorang berangkat dari purwokerto menuju Jakarta, ada berapa alternatif jalan yang dapat dipilih jika harus melewati bandung!
(a1,b1) (a2,b1)
(a1,b2)  (a2,b2)
(a1,b3)  (a2,b3)
(a1,b4)  (a2,b4)
 
b1
 
Jawab : Misalnya dari Purwokerto (P) ke Bandung (B) dapat di pilih jalan a1 dan a2 dan dari bandung ke Jakarta (J) dapat dipilih jalan b1, b2, b3 dan b4 dapat di ilustrasikan sebagai berikut :


 

Berdasarkan pilihan alternatif di atas dapat memilih alternatif  jalan sebanyak  8 cara. Jadi dapat memilih sebanyak (2 x 4) pilihan jalan.
Soal :
Dari purworejo ke Cirebon ada 2 jalan, dari Cirebon ke Jakarta ada 3 jalan. Ada berapa kemungkinan jalan yang dapat ditempuh dari purworejo ke Jakarta jika harus melalui Cirebon?
Contoh soal :
Berapa banyak cara menyusun bilangan ganjil yang terdiri atas 4 angka?
Jawab :
9 x 10 x 10 x 5 = 4500
 
Angka yang tersedia adalah 0,1,2,3,4,5,6,7,8, dan 9,
9
10
10
5
2.      Faktorial
            Faktorial adalah perkalian bilangan – bilangan bulat asli yang dimulai dari 1 sampai n. faktorial dari n dapat ditulis n! = 1 x 2 x 3 . . .x n
Contoh :
1.      3! = 1 x 2 x 3 = 6
2.      5! = 1 x 2 x 3 x 4 x 5 = 120
3.      7! = 1 x 2 x 3 x 4 x 5 x 6 x 7 = 5040
4.      
3.      Permutasi
Permutasi ada 3 macam yaitu :
a.       Permutasi r unsur dari n unsur yang tersedia dan semua unsurnya berbeda. Banyaknya permutasi seperti diatas dapat dinyatakan dengan :
Contoh:                                                                                                       
 Dalam suatu kelas terdapat 7 calon pengurus kelas yang akan dipilih untuk menjadi ketua, sekretaris dan bendahara. Tentukan banyaknya pasangan pengurus kelas yang mungkin terbentuk ?
Jawab :
n = 7
r  = 3
 
          =
          =
b.      Permutasi r unsur dari n unsur yang tersedia dan ada unsur yang sama. Permutasi r unsure dari n unsure yang tersedia dan terdapat k , l , m unsur yang sama maka banyaknya permutasi yang terjadi :
Contoh :
n          = 10                 k          = 2
r           = 3                  l           = 3
                                    m          = 2
 
Tentukan banyaknya permutasi 3 huruf yang disusun dari huruf - huruf MATEMATIKA
Jawab :
P =
   =
   = 30
c.       Permutasi siklis
Permutasi siklis adalah banyaknya permutasi siklis (melingkar) dari n unsur.banyaknya permutasi dapat dinyatakan dengan
Contoh :
Berapa banyaknya cara susunan duduk dari 4 orang untuk menempati 4 kursi pada suatu meja bundar?
Jawab :
            = 3!
            = 6 cara
4.      Kombinasi
Kombinasi adalah suatu permutasi yang tidak memperhatikan urutan (artinya ab sama dengan ba). Banyaknya kombinasi dari r unsur yang diambil dari n unsur yang berlainan dirumuskan sebagai berikut :
Contoh :
Tentukan banyaknya kombinasi 2 warna campuran dari warna – warna: merah,kuning hijau dan putih.
          = 6 warna campuran
Peluang suatu kejadian
1.  Peluang suatu kejadian
Misalnya A adalah suatu kejadian dalam suatu percobaan. Kejadiaan A dapat terjadi dalam n cara dari keselururan S cara yang mungkin dapat terjadi dengan kemungkinan yang sama. Peluang kejadian A dapat ditentukan dengan :
P(A) =            dimana 0 ≤ P(A) ≤ 1


Ket :
n(A)     : banyaknya kejadian A
n(S)     : banyaknya Ruang sampel dalam percobaan
 
 

Contoh :
Dalam percobaan pelemparan sebuah mata dadu. Tentukan peluang mata dadu muncul mata dadu
a.       Genap
b.      Ganjil
c.       Prima
Jawaban :
a.       S = {1,2,3,4,5,6}
n(S) = 6
A = kejadian muncul mata dadu genap
(A) = {2,4,6}
n(A) = 3
P(A) = =
b.      S = {1,2,3,4,5,6}
n(S) = 6
A = kejadian muncul mata dadu ganjil
(A) = {1,3,5}
n(A) = 3
P(A) = =
c.       S = {1,2,3,4,5,6}
n(S) = 6
A = kejadian muncul mata dadu prima
 (A) = {2,3,5}
n(A) = 3
P(A) = =
2.   Kemustahilan dan kepastian
              Kemustahilan adalah sesuatu yang pasti tidak terjadi dan peluangnya sama dengan 0. Seperti munculnya angka 7 pada pelemparan mata dadu. Dengan demikian dapat dinyatakan dengan : P(A) = 0. A adalah kejadian yang mustahil (tidak akan pernah terjadi)
              Kepastian adalah kejadian yang pasti terjadi dan  peluangnya sama dengan 1. Dengan demikian dapat dinyatakan dengan : P(A) = 1
Misalnya A adalah suatu kejadian P(A) adalah peluang terjadinya kejadian A dan  adalah kejadian yang bukan A dengan P adalah peluang terjadinya bukan A maka akan berlaku
3.   Frekuensi Harapan suatu Kejadian
              Misalkan percobaan dilakukan sebanyak n kali dengan peluang kejadian A adalah P(A). frekuensi harapan kejadian A dapat ditentukan dengan
Ket :
n          : banyaknya percobaan
P(A)    : Peluang kejadian dalam A
 
Fh(A) = n x P(A)
    
Contoh :
Tiga buah uang logam dilempar bersama – sama sebanyak 80 kali. Berapakah frekuensi harapan munculnya ;
a.       2 gambar
b.      Ketiganya angka
Jawab :
a.       S     = {GGG,GGA,GAG,AGG,AAA,AAG,AGA,GAA}
n(S)             = 8
A = kejadian muncul 2 gambar
n(A)            = 3       P(A) =
Fh(A) = n x P(A)
           = 80 x  = 30
b.      S     = {GGG,GGA,GAG,AGG,AAA,AAG,AGA,GAA}
n(S)             = 8
n(A)            = 1       P(A) =
Fh(A)  = n x P(A)
             = 80 x  = 10
4.   Peluang kejadian saling lepas
              Misalnya A dan b adalah dua kejadian yang saling lepas, besarnya peluang dua kejadian A atau B dapat dinyatakan dengan
P(AB) = P(A) + P(B)
Contoh : Sebuah dadu dilempar sekali. Tentukan peluang munculnya ;
a.    Angka 2 atau angka 1
b.   Angka ganjil atau angka 2
Jawab :
a.    S ={1,2,3,4,5,6}
n(S) = 6
A = Peluang muncul angka 2
B = Peluang muncul angka 1
P(A) =                     P(B) =  
P(21) =
b.   S ={1,2,3,4,5,6}
A = Peluang angka ganjil
B = Peluang angka 2
P(A) =              P(B) =  
P(21) =
5.   Peluang kejadian saling bebas
              Misalnya A dan B dua kejadian saling bebas, peluang kejadian A dan B dinyatakan dengan :
P(A dan B) = P(A∩B) = P(A) x P(B)
Contoh :
Sebuah mata uang logam dan sebuah dadu dilempar sekali secara bersamaan.Tentukan:
a.       Ruang sampelnya               b. peluang munculnya gambar dan 5
Jawab :
a.    Ruang sampelnya ada 12 yaitu :
S={(A,1), (A,2), (A,3), (A,4), (A,5), (A,6), (G,1), (G,2), (G,3), (G,4), (G,5), (G,6)}
b.   A = kejadian munculnya gambar
 A = {(G,1), (G,2), (G,3), (G,4), (G,5), (G,6)}
n(A) = 6      
P(A) ==
B = kejadian munculnya angka 5
 B = {(A,5), (G,5)}
n(B) = 2       
P(A) ==
P(A ∩ B) = P(A) x P(B)
               =
6.   Peluang kejadian bersyarat
              Misalnya A dan B dua kejadian yang tak bebas artinya kejadian B berlangsung setelah kejadian A, maka peluang kejadian A dan B ditentukan dengan :
P(A dan B|A) = P(A∩B) = P(A) x P(B|A)
Contoh :
Didalam sebuah kantong terdapat 6 kelereng merah dan 4 kelereng putih. Diambil kelereng satu demi satu tanpa pengembalian. Tentukan peluang terammbil secara berturut – turut kelereng berwarna :
a. Merah dan merah
b. merah dan putih
c. putih dan merah
jawab :
a.       P(M dan M│M) =
b.      P(M dan P│M) =
c.       P(M dan M│P) =

Tidak ada komentar: